MADANIACOID – Di tengah krisis iklim global dan tekanan ekonomi yang kian kompleks, Harry Maksum membawa arah baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Ia mengintegrasikan prinsip green economy dengan nilai-nilai syariah.
Langkah ini tentu bukan sekadar tren, tetapi menjadi strategi besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya kuat, tetapi juga berkelanjutan dan berkeadilan.
Bagi Harry Maksum yang terpilih lagi jadi Ketua MES Jawa Barat 2026 – 2029 ini, ekonomi syariah sejatinya memiliki DNA yang sejalan dengan konsep ekonomi hijau. Menurutnya, Prinsip seperti keadilan, keseimbangan (mizan), dan larangan eksploitasi berlebihan menjadi fondasi alami bagi pembangunan berkelanjutan.
“Ekonomi syariah itu dari awal sudah green. Tinggal bagaimana kita implementasikan secara lebih modern dan terstruktur,” ujar Harry Maksum, di Bandung baru baru ini.
Ia menjelaskan, dalam konteks ini, ekonomi syariah tidak hanya bicara halal, tetapi juga ramah lingkungan, efisien sumber daya, dan berdampak sosial luas.
Model Baru Ekonomi Umat
Salah satu gagasan yang mulai didorong adalah pengembangan koperasi syariah berbasis green economy. Model ini menggabungkan Pembiayaan usaha ramah lingkungan, Pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan Pemberdayaan masyarakat lokal.
Koperasi, kata Harry Maksum tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga agen perubahan lingkungan, mulai dari sektor pertanian organik, energi terbarukan skala kecil, hingga pengelolaan sampah berbasis komunitas.
UMKM Halal dan Ramah Lingkungan
Harry Maksum juga menekankan pentingnya transformasi UMKM menuju model bisnis berkelanjutan. UMKM tidak hanya didorong untuk halal secara produk, tetapi juga menggunakan bahan baku ramah lingkungan, mengurangi limbah produksi serta mengadopsi kemasan eco-friendly.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing, terutama di pasar global yang semakin sensitif terhadap isu lingkungan.
Momentum Strategis JIEF X
Forum seperti Jabar Islamic Economic Forum (JIEF) X menjadi ruang strategis untuk mendorong integrasi antara ekonomi syariah dan green economy.
Dalam forum tersebut, isu keberlanjutan mulai menjadi agenda utama—mulai dari investasi hijau berbasis syariah hingga pengembangan industri halal yang ramah lingkungan.
Ini menandai pergeseran penting: dari ekonomi syariah konvensional menuju ekonomi syariah berkelanjutan.
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar adalah investasi syariah berbasis green economy. Instrumen seperti: Sukuk hijau (green sukuk) Pembiayaan energi terbarukan, Proyek infrastruktur berkelanjutan menjadi peluang besar untuk menarik investor sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Harry Maksum melihat ini sebagai “next big thing” dalam ekonomi syariah Indonesia. Menurutnya digitalisasi dan Teknologi Hijau mwrupakan transformasi digital juga menjadi bagian penting dari strategi ini.
Dengan memanfaatkan teknologi, ekonomi syariah bisa mengurangi jejak karbon melalui efisiensi sistem mengembangkan platform digital untuk UMKM hijau serta mendorong transparansi dalam rantai pasok halal.
Integrasi antara digitalisasi dan green economy membuka peluang baru yang lebih luas bagi ekonomi umat.
Dengan potensi sumber daya alam dan jumlah penduduk yang besar, Jawa Barat dinilai memiliki peluang menjadi pusat green Islamic economy di Indonesia.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut.
Harry Maksum menekankan bahwa transformasi ini harus dimulai dari daerah, dengan pendekatan berbasis komunitas dan ekonomi rakyat.
Meski potensinya besar, implementasi green economy syariah masih menghadapi tantangan yakni rendahnya literasi masyarakat baya awal yang relatif tinggi untuk teknologi hijau serta kurangnya integrasi kebijakan
Namun begitu, lanjut Harry Maksum dengan edukasi dan dukungan kebijakan yang tepat, maka tantangan ini dinilai bisa diatasi.
Masa Depan Ekonomi Umat
Bagi Harry Maksum, integrasi ekonomi syariah dan green economy bukan sekadar tren global, tetapi kebutuhan masa depan.
Ini adalah upaya untuk menciptakan sistem ekonomi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga menjaga bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah yang diusung Harry Maksum menunjukkan bahwa ekonomi syariah terus berevolusi mengikuti tantangan zaman.
Dari koperasi hingga investasi, dari UMKM hingga digitalisasi, semuanya diarahkan menuju satu tujuan: ekonomi umat yang kuat, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Jika strategi ini berjalan konsisten, Jawa Barat bukan hanya akan menjadi pusat ekonomi syariah nasional, tetapi juga pionir dalam pengembangan green economy berbasis nilai Islam.










Discussion about this post