Bogor, Madania — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan kiprahnya dalam merawat budaya sekaligus memperkuat solidaritas perempuan. Melalui ajang Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026, PKK Jabar mendorong perempuan tampil percaya diri lewat harmoni suara.
Babak penyisihan Wilayah I resmi dibuka di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini mempertemukan peserta dari tujuh daerah, yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta Kabupaten Cianjur. Mereka mewakili beragam organisasi perempuan, mulai dari PKK, PGRI, hingga Persit Kartika Chandra Kirana dan Bhayangkari.
Ketua TP PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi seni. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial dan budaya.
“Puspa Swara Wanoja Sunda memiliki makna yang sangat indah, yaitu suara perempuan Sunda yang indah dan mekar bagaikan bunga,” ujar Siska dalam sambutannya.
Mengusung tema Ngaguar Asih, Ngahudangkeun Rasa, kegiatan ini menekankan pentingnya menggali kasih sayang dan membangkitkan empati di tengah masyarakat. Nilai tersebut dinilai selaras dengan posisi perempuan sebagai penjaga harmoni, baik di keluarga maupun lingkungan sosial.
Dalam konteks itu, PKK Jabar memanfaatkan seni sebagai medium pemersatu. Menurut Siska, harmoni nada yang dihadirkan peserta mencerminkan semangat kolaborasi lintas organisasi perempuan di Jawa Barat.
“Melalui untaian nada ini, kita tidak hanya melestarikan kekayaan seni suara Tatar Sunda, tetapi juga berupaya mempererat silaturahmi dan solidaritas antarorganisasi perempuan se-Jawa Barat,” kata dia.
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan nilai budaya di tengah arus modernisasi. Ajang ini menjadi salah satu upaya konkret untuk meneguhkan posisi tersebut.
“Kita meneguhkan peran perempuan sebagai pilar harmoni yang mampu menyelaraskan nilai budaya dengan kemajuan zaman,” ujarnya.
Selain aspek budaya, lomba ini juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri peserta. Lagu-lagu daerah Jawa Barat yang dibawakan menjadi bagian dari upaya pelestarian kekayaan intelektual yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Babak penyisihan Wilayah I menjadi tahap awal untuk menjaring tim terbaik. Para pemenang nantinya akan bersaing di tingkat provinsi bersama perwakilan dari wilayah lain.
“Tim-tim terbaik yang akan melaju ke babak Grand Final pada 13 Mei 2026 di Bale Ageung Gedung Pakuan, Bandung,” jelas Siska.
Acara pembukaan berlangsung khidmat sekaligus meriah, dihadiri Bupati Bogor, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, serta jajaran organisasi perempuan. Seluruh kontingen hadir membawa semangat kompetisi yang sportif.
Menutup sambutannya, Siska menyampaikan pantun yang disambut hangat peserta:
“Pergi ke Cibinong membeli talas, talas dimakan di bawah pohon hias. Wanoja Sunda menyanyi dengan ikhlas, harmoni nada terpancar dengan selaras.”










Discussion about this post