CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Harga Melandai, Jawa Barat Deflasi! Cabai dan Bawang Jadi Pahlawan

Oleh Denny Surya
Senin, 2 Juni 2025 - 16:17
di Headline, Jawa Barat
Harga Melandai, Jawa Barat Deflasi! Cabai dan Bawang Jadi Pahlawan

BANDUNG,madania.co.id — Setelah dua bulan berturut-turut mencatatkan inflasi cukup tinggi, Provinsi Jawa Barat kembali mengalami deflasi pada Mei 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, inflasi bulanan atau month to month (mtm) berada pada angka minus 0,32 persen. Komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan bawang merah menjadi penekan utama laju inflasi.

Plt Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengungkapkan bahwa deflasi ini turut meredam tekanan inflasi secara tahunan. Inflasi year to date (ytd) tercatat sebesar 0,98 persen dan year on year (yoy) sebesar 1,47 persen.

“Cabai rawit menyumbang andil deflasi terbesar sebesar 0,12 persen, disusul bawang merah 0,10 persen, serta cabai merah 0,07 persen,” ujar Darwis dalam paparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Senin (2/6/2025).

Selain itu, daging ayam ras dan bawang putih masing-masing juga memberikan andil deflasi 0,04 dan 0,03 persen. Namun demikian, beberapa komoditas masih mencatatkan inflasi, seperti tomat (0,04 persen), emas perhiasan (0,02 persen), dan tarif pulsa ponsel (0,02 persen).

Pengeluaran Turun, Kota Bekasi Catat Deflasi Tertinggi

Secara kelompok pengeluaran, terdapat tiga kelompok yang mengalami deflasi: makanan, minuman, dan tembakau (-1,14 persen); transportasi (-0,25 persen); serta perlengkapan rumah tangga (-0,01 persen).
Di sisi lain, kelompok jasa keuangan naik 0,29 persen, kelompok kesehatan naik 0,07 persen, dan kelompok penyedia makanan/minuman naik 0,04 persen.

Seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat mengalami deflasi bulanan, dengan Kota Bekasi menjadi yang tertinggi yakni 0,46 persen. Disusul Kabupaten Bandung (0,37 persen) dan Kota Tasikmalaya (0,01 persen). Adapun inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Sukabumi (2,73 persen), sedangkan yang terendah di Kota Cirebon (0,98 persen).

NTP Petani Menurun, Harga Beras Naik

Meski harga konsumen menurun, petani menghadapi tekanan. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Mei 2025 turun 0,14 persen menjadi 111,87. Penurunan terutama terjadi pada subsektor hortikultura (-3,53 persen) dan perikanan (-0,50 persen), terutama pembudidaya ikan.

Sejalan dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menurun 0,48 persen. Penurunan ini dipicu turunnya indeks harga diterima petani dan naiknya indeks biaya produksi.

Kenaikan justru terjadi pada harga beras di penggilingan, yang naik 0,46 persen secara bulanan dan 6,02 persen secara tahunan. Harga rata-rata beras premium mencapai Rp13.146 dan beras medium Rp12.747 per kilogram.***

Wisata dan Transportasi Tumbuh Signifikan

Sektor pariwisata Jawa Barat menunjukkan geliat signifikan. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk lewat Bandara Kertajati pada April 2025 meningkat 27,48 persen dibandingkan Maret, dengan dominasi asal Tiongkok.
Sementara itu, kunjungan warga negara asing (WNA) melalui Stasiun Whoosh melonjak 86,11 persen menjadi 11.954 orang. Hingga April 2025, total kunjungan WNA melalui Whoosh mencapai 55.125 orang, naik hampir 83 persen dari tahun sebelumnya.
Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga meningkat tajam. Berdasarkan Mobile Positioning Data, terdapat 22,52 juta perjalanan wisnus selama April, naik hampir 50 persen dari Maret. Wilayah Bodebek dan Bandung Raya menjadi tujuan utama.
Lonjakan wisata juga meningkatkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel menjadi 38,07 persen. Hotel bintang lima di Kabupaten Bandung mencatat TPK tertinggi sebesar 65,88 persen, sedangkan hotel bintang empat di Pangandaran bahkan menembus 92,15 persen.

Ekspor Turun, Neraca Perdagangan Masih Surplus

Sementara itu, nilai ekspor Jawa Barat pada April 2025 turun 10,76 persen dibanding Maret, menjadi 2,76 miliar dollar AS. Meski demikian, ekspor secara tahunan naik 10,34 persen, dan neraca perdagangan periode Januari–April 2025 tetap surplus sebesar 8,10 miliar dollar AS.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar, diikuti Filipina dan Jepang. Sementara itu, impor justru naik 6,68 persen pada April, mencapai 1,04 miliar dollar AS. Impor masih didominasi bahan baku dan barang modal, dengan Tiongkok menjadi negara sumber utama.

Editor: Denny Surya
Previous Post

Bio Farma Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Kesehatan Dunia di WHA-78

Next Post

Jabar Terapkan Jam Malam bagi Pelajar, Disdik Gelar Sosialisasi Serentak

Next Post
Yatim Mandiri Bandung Berhasil Mengadakan Muharam Ceria 1446 H

Jabar Terapkan Jam Malam bagi Pelajar, Disdik Gelar Sosialisasi Serentak

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Kekerasan Berbasis Gender: Ancaman Nyata yang Masih Membayangi Perempuan dan Anak

Kekerasan Berbasis Gender: Ancaman Nyata yang Masih Membayangi Perempuan dan Anak

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Kekerasan Berbasis Gender: Ancaman Nyata yang Masih Membayangi Perempuan dan Anak

Kekerasan Berbasis Gender: Ancaman Nyata yang Masih Membayangi Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 - 18:35
Telat atau Haid Tidak Teratur? Ini Pertanyaan Penting yang Perlu Anda Ajukan ke Dokter

Telat atau Haid Tidak Teratur? Ini Pertanyaan Penting yang Perlu Anda Ajukan ke Dokter

Selasa, 21 April 2026 - 14:34
Bandung–Ketapang Tanpa Transit, KA Sangkuriang Dorong Pariwisata dan Bisnis Lintas Jawa

Bandung–Ketapang Tanpa Transit, KA Sangkuriang Dorong Pariwisata dan Bisnis Lintas Jawa

Selasa, 21 April 2026 - 13:30
Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Perempuan Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Perempuan Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 21 April 2026 - 09:31
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID