Madania.co.id, Bandung – Bandung – Plt. Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jabar, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A., bersama tim BBGP Jabar Kemdikbud Ristek melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Bandung dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tahun 2022/2023, Kamis (28/7).
Bertempat di ruang rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, tim kunker BBGP Jabar yang dipimpin Sri Renani Pantjastuti diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana; Sekretaris Bappeda, Dadang Komara; Sekretaris Dinas Pendidikan Nanang Kuswara; dan jajaran dinas pendidikan Kabupaten Bandung.
Turut hadir dalam audiensi tersebut kepala sekolah dan guru dari SD Cibolang dan SMP Plus Al-Ihsan.
Mengawali penyampaian tujuan audiensi Plt. Kepala BBGP Jabar memperkenalkan keberadaan BBGP Jabar sebagai Unit Pelaksana Teknis ( UPT) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan di Provinsi Jawa Barat.
“BBGP Jabar ini sebelumnya adalah Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) yang terbentuk dari tiga PPPPTK di Jawa Barat yaitu PPPPTK IPA, PPPPTK TK dan PLB, dan PPPPTK Penjas dan BK.” katanya.
Renani menjelaskan, kunker yang dilaksanakan di 170 kabupaten/kota ini untuk memperkuat sinergi dan dukungan dalam rangka IKM.
“Kami hadir untuk meluruskan miskonsepsi tentang Kurikulum Merdeka, mengajak guru dan kepala sekolah untuk memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) , serta meninjau kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,” ucapnya.
Ia berharap dengan kunker ini tim BBGP Jabar dapat memotret praktik baik atau tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.
Dalam kesempatanini Renani memaparkan Kebijakan Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.
“Kurikulum Merdeka memiliki empat keunggulan, yakni lebih sederhana dan mendalam, lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif, dan didukung oleh Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang membantu guru untuk mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman untuk menerapkan Kurikulum Merdeka,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, dalam pertemuan ini menyatakan dukungannya terhadap IKM di wilayahnya.
“Kabupaten Bandung akan istiqomah mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, lebih jauh lagi mendukung semua program inovasi Mas Menteri dengan kebijakan-kebijakan merdeka belajarnya,” ujarnyanya.
Dia juga berharap Platform Merdeka Mengajar (PMM) dapat terus berkelanjutan digunakan oleh guru-guru untuk mempelajari lebih mendalam tentang implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.
Cakra Amiyana menginstruksikan kepada sekretaris Bappeda, Dadang Komara dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Nanang Kuswara, untuk berdiskusi lebih lanjut untuk merumuskan dukungan-dukungan yang dapat diberikan oleh pemerintah kabupaten Bandung dalam IKM.
Mengakhiri audiensi Renani berharap pemerintah daerah terus mengingatkan komunitas belajar terus aktif, karena platform merdeka belajar ini mandiri tapi tidak sendiri.
Harapan lainnnya, guru belajar bersama-sama aktif berdiskusi, dan lebih jauh lagi berbagi praktik baik dengan mengunggah karya dalam PMM.
Dalam Kunjungan kerjanya, tim BBGP Jabar selama dua hari ini, mengunjungi empat sekolah yang telah ditetapkan sebagai satuan pendidikan mandiri berbagi dan mandiri berubah di Kabupaten Bandung.
Kunjungan dilaksanakan ke SDN Parungserab 02, SDN Pamoyanan, SMP Yamisa Soreang, dan SMPN 1 Baleendah.
Selain kunjungan sekolah, BBGP Jabar juga melakukan Coaching clinic instalasi dan pemanfaatan PMM kepada 524 guru dan tenaga kependidikan secara daring.(m)










Discussion about this post