Bandung, Madania – Laporan terbaru dari UNESCO mengungkap lebih dari 2.260 situs di seluruh dunia yang menjadi ruang hidup di mana manusia dan alam hidup berdampingan. Situs-situs ini, mulai dari hutan tropis Afrika hingga lanskap es Greenland, tidak hanya melindungi keanekaragaman hayati, tetapi juga menopang kehidupan sekitar 900 juta manusia.
Situs yang ditetapkan UNESCO mencakup Warisan Dunia, Cagar Biosfer, dan Geopark Global, yang dikelola untuk menjaga nilai ekologis, budaya, dan ilmiah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Namun, hampir 90 persen di antaranya kini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim, tekanan penggunaan lahan, dan aktivitas manusia.
Salah satu contoh adalah Dja Faunal Reserve, kawasan hutan tropis yang mencerminkan keseimbangan antara manusia dan alam. Meski terancam pembalakan liar dan perubahan iklim, keterlibatan masyarakat lokal dan pengetahuan tradisional terbukti menjadi kunci dalam upaya pemulihan ekosistem.
Kisah serupa juga ditemukan di berbagai belahan dunia, menunjukkan bahwa hubungan manusia dan alam tidak terpisahkan. Perlindungan lingkungan, menurut laporan tersebut, harus berjalan seiring dengan pemberdayaan komunitas lokal.
UNESCO menegaskan bahwa menjaga situs-situs ini bukan hanya soal konservasi, tetapi juga investasi bagi masa depan global. Upaya kolaboratif yang menggabungkan pengetahuan lokal dan kebijakan berkelanjutan dinilai penting untuk menghadapi krisis iklim dan menjaga keseimbangan bumi.










Discussion about this post