CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Minggu, 26 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Menepis Islamofobia di Prancis

Oleh Andri Herdiansyah
Jumat, 22 Januari 2021 - 10:02
di Berita, Headline, Ragam
Tangkapan Layar: Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis, Wisnu Uriawan dalam Acara Sharia Corner di Channel YouTube Madaniacoid. (Siti Rahayu)

Madania.co.id, Bandung – Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang Islam beberapa waktu lalu memang turut menggemparkan masyarakat Tanah Air. Tak ayal, mencuat isu adanya Islamofobia di Prancis. Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis, Wisnu Uriawan turut menanggapi hal tersebut dalam acara Sharia Corner di Channel YouTube Madaniacoid.

“Pidatonya pak Presiden ini tidak mengarah kepada Islam secara general, tapi hanya untuk Islam garis keras,” ungkapnya kepada Madania, Kamis (22/1/2021.

Wisnu melanjutkan, dia yang menjadi garda terdepan para pelajar di Prancis mengaku, pernyataan Macron kala itu tak menimbulkan gejolak yang sangat dahsyat seperti yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya, para pelajar di Prancis tidak mendapatkan gangguan apapun kendati menjadi kaum minoritas di sana.

“Sekarang karena sudah normal, shalat Jumat juga sudah di masjid lagi. Sudah kondusif situasi yang kemarin cukup menghangat, dampaknya juga tidak terlalu signifikan untuk WNI muslim di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wisnu menilai toleransi beragama di Prancis juga sangat tinggi. Sehingga sejauh ini, dia tak menemukan kasus diskriminasi terhadap kaum Muslim. “Tidak ada diskriminasi, karena kami masih melaksanakan ibadah biasa. Mungkin sifatnya case by case (kasus per-kasus) secara personal mendapatkan hal itu (diskriminasi). Secara umum tidak membedakan warga satu dengan warga yang lain, asal janan salimg menganggu. Toleransinya tinggi,” jelasnya.

“Sejauh pengamatan secara general perlakuannya sama, warga negara prancis dan pendatang. Mulai dari pelayanan asuransi, sistemnya sudah cukup baik. Tidak adak diferensiasi,” sambungnya.

Warga Prancis Fokous Pada Isu HAM

Keadaan Prancis setelah pernyataan Macron yang tidak seperti Indonesia bukan tanpa alasan. Pasalnya, kata Wisnu, warga Prancis cendrung fokus pada isu-isu yang menyangkut hak asasi manusia (HAM) atau aturan-aturan kepegawaian.

“Pengamatan saya tidak ada pengaruh yang signifikan, biasa saja. kehidupan masyarakat di sini cenderung “cuek” terhadap isu-isu tersebut. Biasanya lebih ke demo aturan-aturan kepegawaian dan hak-hak asasi mereka, biasanya lebih ke sana. Isu terkait kebebasan beragama sudah lebih bersifat personal,” bebernya.

Wisnu yang juga merupakan Koordinator Journée des Doctorants d’Indonesié (JDI) menanggapi kabar pemboikotan produk-produk asal Prancis yang tak kalah hangat di Tanah Air.

“Kabarnya karena yang ngertinya kami, karena yang mencuat isu boikotnya di Indonesia, jadi kebanyakan yang tahu WNI dan pelajar saja. Kalau orang Prancisnya biasa saja, tidak ada resisten apapun. Karena pemerintah tidak mengisukan apapun terkait respon masyarakat dunia. Masih beraktivitas biasa, jual beli biasa,” pungkasnya. (sr)

Editor:
Berita terbaru dan menarik hari ini tentang islamofobiaPrancis
Previous Post

Pindad Jual Maung Versi Sipil Seharga Rp600 Juta

Next Post

Eksistensi Ekonomi Syariah di Kota Mode

Next Post

Eksistensi Ekonomi Syariah di Kota Mode

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Lolos Audit Tanpa Temuan, KAI Sumbar Perkuat Standar Mutu Pelayanan

Lolos Audit Tanpa Temuan, KAI Sumbar Perkuat Standar Mutu Pelayanan

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Lolos Audit Tanpa Temuan, KAI Sumbar Perkuat Standar Mutu Pelayanan

Lolos Audit Tanpa Temuan, KAI Sumbar Perkuat Standar Mutu Pelayanan

Sabtu, 25 April 2026 - 13:51
Dedi Mulyadi Tekankan Identitas dan Daya Saing Sumedang

Dedi Mulyadi Tekankan Identitas dan Daya Saing Sumedang

Sabtu, 25 April 2026 - 09:53
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University Memberikan Penyuluhan terkait  Peningkatan Kesadaran Perlindungan Data Diri dan Etika Bermedia Sosial di Masyarakat. Jum'at 24 April 2026 Foto : Istimewa

Kejahatan Siber Meningkat, Tel-U Turun Edukasi Warga Soal Data Pribadi

Jumat, 24 April 2026 - 21:14
Investasi Bodong di Indonesia Kian Marak: Bukan Soal Bodoh, Tapi Sistem yang Menjebak

Investasi Bodong di Indonesia Kian Marak: Bukan Soal Bodoh, Tapi Sistem yang Menjebak

Jumat, 24 April 2026 - 13:34
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID