CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Rabu, 15 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Mengupas Makna Kata Dih dan Aisi Masyarakat Pangandaran

Oleh Andri Herdiansyah
Kamis, 10 September 2020 - 17:53
di Gaya Hidup
Mengupas Makna Kata Dih dan Aisi Masyarakat Pangandaran

Ilustrasi Wisatawan di Pantai

HAMPIR semua wilayah Jawa Barat memiliki bahasa daerah yang sama yaitu bahasa Sunda kecuali beberapa daerah seperti Indramayu dan Cirebon. Meski dominan memakai bahasa Sunda,  terdapat kata, frasa atau logat yang berbeda  di setiap daerah.

Hal ini menjadi keunikan tersendiri, bahkan menjadi ciri khas daerah masing-masing.

Logat bahasa Sunda di wilayah Priangan tentu berbeda dengan bahasa Sunda di wilayah Pakuan atau dengan bahasa Sunda di wilayah Bandung Raya.

Bahkan di satu wilayah Priangan pun ada banyak perbedaan antardaerah.

Ada beberapa pembeda baik logat maupun idiom khas di antara daerah di wilayah Priangan timur. Logat Sunda Tasik berbeda dengan logat Sunda di wilayah perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah, seperti Banjar dan Pangandaran.

Logat bahasa Sunda di Pangandaran dan Banjar terdengar seperti bahasa Jawa. Selain itu ada kata khas yang bisa menjadi ciri seseorang berasal dari daerah Pangandaran.

Salah satunya penggunaan kata “dih’ dalam percakapan sehari-hari masyarakat Pangandaran. Misalnya ‘enya dih?”, “rek kamana dih?” dan lainnya.

Penggunaan kata dih” ini umumnya diucapkan untuk menyertai kalimat tanya, sebagai kata yang memberikan penekanan atau penguat ekspresi.

Saking melekatnya penggunaan kata ‘dih’ ini di masyarakat Pangandaran, sering terdengar digunakan dalam percakapan bahasa Indonesia masyarakat Pangandaran. “Emang iya dih?”,”‘Mau makan apa dih?” dan kalimat tanya lainnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Pangandaran, Aceng Hasyim, menjelaskan, kata “dih” yang kerap dilafalkan masyarakat Pangandaran merupakan kependekan atau bermakna “deui” atau “deuih” (lagi) atau semakna dengan “kitu”(begitu).

“Kata “dih” serupa dengan makna kata gitu dalam bahasa Indonesia. Jadi misal klausa “enya dih?” sama maknanya dengan “enya kitu?” atau “iya gitu?”,” ujar Aceng Hasyim kepada Madania.co.id, Kamis (10/9/2020).

Aceng menambahkan, selain kata ‘dih’, ada satu lagi kata unik yang sering terdengar diucapkan warga Pangandaran dan jarang dijumpai di daerah lain. Yakni kata “aisi” atau “ari sih”.

Kata ini sering diucapkan pada kalimat-kalimat penjelasan, paparan atau pengakuan. Contohnya kalimat “aisi urang ge bogoh, ngan era mertelakeunna” (Sebenarnya saya juga cinta, tapi malu menyatakannya).

Kata khas Pangandaran ini sebenarnya terdiri dari dua kata, yaitu kata “ari” dan “sih”. Tapi dalam pelafalan dan penulisan bahasa gaul anak Pangandaran, dua kata itu menjadi “aisi” bahkan ada yang menuliskan “IC”. Tak heran hal itu membuatnya terdengar unik, bahkan cenderung membuat bingung orang pendatang.

“Kata “aisi” itu jika dalam bahasa Indonesia sama artinya dengan “memang sih”. Hanya karena pelafalan saja yang membuatnya terdengar unik,” kata Aceng. (reival akbar r)

Editor:
Previous Post

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Next Post

Kota Bandung Sepi, Ridwan Kamil Apresiasi Kepatuhan Masyarakat

Next Post

Kota Bandung Sepi, Ridwan Kamil Apresiasi Kepatuhan Masyarakat

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Kegiatan Eksklusif di Bali Picu Pertanyaan, Di Tengah Antrean BBM

Kegiatan Eksklusif di Bali Picu Pertanyaan, Di Tengah Antrean BBM

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Kegiatan Eksklusif di Bali Picu Pertanyaan, Di Tengah Antrean BBM

Kegiatan Eksklusif di Bali Picu Pertanyaan, Di Tengah Antrean BBM

Selasa, 14 April 2026 - 07:46
Harry Maksum Dorong Green Economy Syariah: Dari Koperasi Hijau hingga Ekonomi Umat Berkelanjutan

Harry Maksum Dorong Green Economy Syariah: Dari Koperasi Hijau hingga Ekonomi Umat Berkelanjutan

Minggu, 12 April 2026 - 21:22
JIEF X: Bongkar Strategi Besar Ekonomi Syariah, Koperasi Jadi Kunci Transformasi Nasional

JIEF X: Bongkar Strategi Besar Ekonomi Syariah, Koperasi Jadi Kunci Transformasi Nasional

Minggu, 12 April 2026 - 20:09
Aklamasi! Harry Maksum Kembali Pimpin MES Jabar, Siap Gaspol Koperasi & Ekonomi Syariah 2026–2029

Aklamasi! Harry Maksum Kembali Pimpin MES Jabar, Siap Gaspol Koperasi & Ekonomi Syariah 2026–2029

Minggu, 12 April 2026 - 18:24
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID