Mudik Virtual, Demi Keselamatan Bersama

52
Mudik virtual demi keselamatan
Doni Monardo (kiri dengan baju orange dan rompi) menyampaikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Cilacap.(bnpb)

Madania.co.id, Cilacap – Mudik virtual demi keselamatan bersama. Dalam menghadapi ancaman yang datang dari dalam negeri dan luar negeri ini, Pemerintah berkomitmen melakukan pembatasan mobilitas. Mudik virtual pun ditawarkan sebagai solusi.

Untuk mencegah angka kenaikan kasus antar negara, maupun antar daerah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran No. 13 Tahun 2021.

Berikut adendum mengenai  pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C) Doni Monardo, menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/4).

Baca Juga:  Minta Pertanggungjawaban Dewan Pengurus, Kadin Jabar Gelar Muprovlub

Doni berpesan untuk selalu menjaga tren positif dalam hal penanganan pandemi Covid-19.

Pengetatan Mobilitas Mudik

Pengetatan mobilitas mudik lebaran semata-mata untuk keselamatan bersama.

“Tolong dijaga tren baik yang sudah ada dalam menangani pandemi,” kata Doni.Tetap lakukan protokol kesehatan secara ketat dan dilakukan dengan disiplin. Jangan Kendor, sekali lagi jangan kendor,” ujar Doni.

Beberapa kebijakan terkait ini, pada skala nasional telah dilakukan peniadaan mudik, dan penetapan masa berlaku hasil negatif covid-19 pada masa sebelum dan sesudah masa peniadaan mudik.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Berencana Terapkan Kembali PSBB

Pada skala internasional, ia mengimbau masyarakat menunda rencana kepulangan yang tidak mendesak, dan menetapkan prosedur screening dan karantina sesuai peraturan yang ada.

Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan khusus melalui surat yang dikeluarkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi terkait India, negara yang sedang mengalami krisis Covid-19.

Bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir dari India, ditolak masuk. Dan pemberian visa bagi WNA asal India ditangguhkan sementara.

Untuk itu masyarakat diminta bersabar sejenak untuk tidak mudik dan bersilaturahmi bersama sanak saudara selama masa lebaran.

Baca Juga:  DPU Akui Kesulitan Peroleh Lahan Bakal Kolam Retensi
Mudik Virtual

Mudik virtual demi keselamatan bersama. Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga menawarkan solusi mudik lebaran 2021 secara virtual atau daring. Tawaran kepada masyarakat, di masa larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 .

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menilai upaya itu perlu dilakukan guna tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga di tengah kondisi pandemi Virus Corona yang belum mereda di tanah air.

“Salah satu solusi dalam mengatasi kerinduan terhadap keluarga untuk tidak mudik ini adalah melakukan berbagai upaya silaturahmi secara virtual,” katanya, Selasa (27/4).(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here