Peniadaan Mudik, Menag: Pemerintah Ingin Lindungi Warga

38
Pemerintah Ingin Lindungi Warga
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Madania.co.id, Jakarta – Pemerintah ingin melindungi warga, karena itu pemerintah tetap pada keputusan untuk meniadakan mudik Idul Fitri tahun 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, bahwa pemerintah memiliki dasar dalam mengambil keputusan tersebut.

Menurutnya, hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan ialah wajib. Maka, perkara wajib jangan sampai digugurkan oleh perkara sunah.

“Jadi sampai sekarang, sampai keputusan tadi rapat bersama Bapak Presiden dan para menteri, Panglima TNI, dan Kapolri, mudik dilarang. Kenapa dilarang? Karena kita memiliki dasar,” ujar Yaqut, dalam keterangan yang diterima, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga:  Yana Ajak Pesepeda Jaga Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas

Pemerintah Ingin melindungi Warga. “Jadi larangan mudik ini lebih ditekankan karena kita semua, pemerintah terutama ini, ingin melindungi diri kita dan seluruh warga negara ini agar terjaga dari penularan Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, terkait ibadah-ibadah sunah di bulan Ramadan seperti salat tarawih dan iktikaf, tetap diperbolehkan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Menurut Yaqut, hal tersebut pun hanya berlaku di daerah dengan zona hijau dan zona kuning.

“Untuk merah dan oranye tetap tidak ada pelonggaran. Kita tidak memberikan kelonggaran untuk zona merah dan oranye. Artinya, sekali lagi bahwa dalil mendahulukan keselamatan itu adalah wajib harus lebih diutamakan daripada mengejar kesunahan yang lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Polisi: Ujaran Kebencian yang Memecah Belah Bangsa Tak Ada Toleransi
Takbir Keliling

Adapun terkait dengan kegiatan malam takbir Idul Fitri nanti, Yaqut menjelaskan bahwa takbir keliling tidak diperkenankan untuk dilakukan.

Hal tersebut dikarenakan takbir keliling berpotensi menimbulkan kerumunan yang membuka peluang penularan virus.

“Takbir keliling kita tidak perkenankan, silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau musala supaya sekali lagi menjaga kesehatan kita semua dari penularan Covid-19. Itu pun tetap dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala,” tegasnya.

Baca Juga:  Operasi Ketupat, Polisi Sebar Ribuan Personel Kawal Peniadaan Mudik 2021

Ia mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap bersabar dan bersama-sama menangani pandemi Covid-19.

“Insyaallah ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat bersama-sama kita melakukan aksi kolaboratif untuk menangani pandemi Covid-19 ini saya kira pandemi Covid-19 akan segera berlalu,” kata dia.

“Insyaallah kita juga tidak akan kehilangan pahala apa pun, tidak akan kehilangan pahala sedikit pun jika tetap mendahulukan yang wajib daripada mendahulukan yang sunah,” pungkas Yaqut. (mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here