Bekasi, BandungOke — Pemulihan korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di wilayah Bekasi Timur tidak hanya berfokus pada penanganan fisik. Trauma psikologis yang dialami para korban kini menjadi perhatian serius pemerintah.
Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemendukBangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan langsung ke RSUD Kota Bekasi, Kamis (1/5/2026), untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kondisi korban, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan balita.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Perwakilan KemendukBangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Roswandi, bersama Direktur Ketahanan Keluarga, Lanjut Usia dan Rentan, Puji Prihatiningsih.
Dadi menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan yang terjadi. Ia menegaskan, pemulihan mental korban menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam penanganan pascakejadian.
“Kami mengajak pula untuk langsung berkonsultasi dengan layanan yang digagas KemendukBangga, yaitu SatyaGatra, layanan ini bisa dimanfaatkan secara gratis oleh korban atau keluarga korban agar kondisi mental setelah merasakan trauma kembali pulih,” ujar Dadi dalam keterangan persnya, Jum’at 1 Mei 2026.
Menurut dia, layanan SatyaGatra merupakan fasilitas konseling terpadu yang dirancang untuk membantu keluarga menghadapi tekanan psikologis, terutama setelah mengalami peristiwa traumatis.
Selain pendampingan psikologis, BKKBN Jawa Barat juga menyalurkan bantuan berupa santunan dan dukungan nutrisi bagi korban, khususnya ibu hamil dan menyusui. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban selama masa pemulihan.
Sejumlah korban dilaporkan mulai menunjukkan kondisi yang membaik. Namun, sebagian lainnya masih membutuhkan perawatan lanjutan, baik secara medis maupun psikologis.
Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah. Dukungan tersebut dinilai membantu mempercepat proses pemulihan, terutama dalam menghadapi trauma pascakecelakaan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Selain itu, langkah tersebut juga menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kesehatan mental korban.***










Discussion about this post