CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Benarkah Manusia dapat Multitasking?

Oleh Abdul Hadi
Rabu, 24 Januari 2024 - 14:56
di Gaya Hidup
Seseorang multitasker menulis dengan kedua tangan dalam film 3 Idiots (2009).

MADANIACOID – Apakah Anda pernah berpikir dapat multitasking atau mengerjakan lebih dari satu tugas dalam satu waktu? Misalnya mengerjakan tugas sambil makan, berkendara sambil menelepon, atau memasak sambil mengasuh anak. Kebiasaan ini dianggap dapat mengefektifkan waktu dalam menyelesaikan beberapa tugas.

Istilah multitasking pertama kali muncul pada 1965, merujuk pada komputer yang dapat melakukan dua atau lebih tugas dalam satu waktu. Istilah ini kemudian meluas lalu digunakan pada manusia, karena manusia pun dapat melakukan lebih dari satu tugas sekaligus.

Apakah manusia betul-betul dapat melakukan multitasking?

Melansir theproductivitypro.com, dua psikolog dari University of Utah, yakni David Strayer dan Jason Watson melakukan penelitian pada tahun 2010. Hasil penelitian itu menyatakan hanya terdapat 2,5% individu yang tergolong dalam kelompok supertasker. Supertasker sendiri merupakan sebutan bagi individu yang dapat melakukan lebih dari satu tugas bersamaan dan tetap efektif dalam keduanya.

Sebetulnya otak manusia tidak dapat melakukan lebih dari satu tugas yang memerlukan fungsi otak tingkat tinggi sekaligus. Maka diluar orang-orang supertasker tersebut sebenarnya tidak dapat melakukan beberapa tugas dalam satu waktu, tapi hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lain (switch-tasking).

Melansir tirto.id, dikutip dari laman resmi University of Utah, Watson menyatakan, “menurut teori kognitif, individu-individu (supertasker) ini tidak seharusnya ada. Namun mereka dengan jelas melakukannya (multitasking). Jadi kami menggunakan istilah supertasker sebagai cara yang nyaman untuk menggambarkan kemampuan multitasking mereka yang luar biasa.”

Dengan menggunakan pemindai fMRI, otak supertasker terhubung lebih efisien dalam menangani banyak tugas sekaligus. Ketika mulitasking, otak supertasker menunjukkan lebih sedikit aktivitas dibandingkan otak manusia pada umumnya. Sehingga ketika orang lain kewalahan, mereka tetap dapat fokus dan kompeten.

Bagaimana dampak multitasking bagi otak?

Sekelompok peneliti dari The Institute of Psychiatry dari University of London pada 2005 menyatakan bahwa multitasking dapat menurunkan nilai Intellegence Quotient (IQ) hingga 10 poin. Lebih buruknya lagi, semakin sering seseorang melakukan multitasking, semakin sulit pula untuk berkonsentrasi pada satu tugas yang bersifat intelektual, seperti membaca buku pelajaran.

Para multitasker level berat pun memiliki kepadatan otak yang lebih rendah dalam anterior cingulate cortex. Bagian ini merupakan daerah penting untuk mengelola Emotional Quotient (EQ). Artinya, kebiasaan multitasking juga dapat menyebabkan stres, depresi, berkurangnya kepekaan sosial, serta masalah mental lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa multitasking tidak disarankan bagi individu yang tidak memiliki kemampuan supertasker. Sebaliknya, fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu (single tasking) dapat membuat Anda merasa tenang, lebih hemat energi, dan lebih baik dalam melawan distraksi.*** (Mahayuna Gelsha Supriyadi)

Editor: Denny Surya
Previous Post

Mindful Eating, Kebiasaan Makan dengan Penuh Perhatian

Next Post

Hari Gizi Nasional 2024, Berikut Tema dan Maknanya

Next Post
Gizi seimbang. (Foto: Pexels).

Hari Gizi Nasional 2024, Berikut Tema dan Maknanya

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Rabu, 22 April 2026 - 13:38
Kekerasan Berbasis Gender: Ancaman Nyata yang Masih Membayangi Perempuan dan Anak

Kekerasan Berbasis Gender: Ancaman Nyata yang Masih Membayangi Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 - 18:35
Telat atau Haid Tidak Teratur? Ini Pertanyaan Penting yang Perlu Anda Ajukan ke Dokter

Telat atau Haid Tidak Teratur? Ini Pertanyaan Penting yang Perlu Anda Ajukan ke Dokter

Selasa, 21 April 2026 - 14:34
Bandung–Ketapang Tanpa Transit, KA Sangkuriang Dorong Pariwisata dan Bisnis Lintas Jawa

Bandung–Ketapang Tanpa Transit, KA Sangkuriang Dorong Pariwisata dan Bisnis Lintas Jawa

Selasa, 21 April 2026 - 13:30
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID