
Madania.co.id, Bandung, – Pandemi Covid-19 berdampak hampir ke semua bidang usaha termasuk dunia pendidikan non formal. Data dari HISPPI PNF Kota Bandung, sejak awal pandemi Covid-19, hingga saat ini tercatat sekitar 150 Lembaga Kurus dan Pelatihan (LKP) di Kota Bandung terpaksa harus berhenti beroperasi. Terlebih lagi dengan adanya perubahan metode pelatihan dan pengajaran dari tatap muka menjadi serba online, mengakibatkan para pendidik harus ekstra keras beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Demikian disampaikan oleh Ketua Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia Pendidikan Non Formal (HISPPI-PNF), Andy Novendy Soeriaatmadja, S.Kom, belum lama ini. Ia mengatakan, pihaknya akan berjuang sekuat tenaga untuk dapat mempertahankan keberadaan LKP dan menghidupkan kembali LKP yang berhenti beroperasi, agar dapat bangkit di tengah keterpurukan aklibat goncangan pandemi Covid-19.
Andy menjelaskan, kepengurusan baru HISPPI PNF Kota Bandung yang baru terbentuk akhir Bulan Mei 2021, terus mengupayakan untuk dapat mengakomodasi kepentingan anggota meski di tengah keterbatasan.
“Kami terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas para anggota untuk mengarah kepada literasi digital dan pengembangan gaya mengajar yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” katatanya
HISPPI PNF Kota Bandung, tambah Andy, mewadahi para insan pendidik dan penguji dari berbagai jenis rumpun kursus yang ada di Kota Bandung, bertekad untuk terus membina dan mengawal berbagai dinamika dan perubahan sistem pendidikan di Indonesia yang sudah pasti membutuhkan dukungan moril dan materil untuk turut melaksanakan pembangunan di Indonesia khususnya bidang pendidikan.
“Selama Pamdemi Covid-19 ini, kami berupaya untuk dapat terus berkiprah dengan mengadakan berbagai workhop dan pelatihan secara blended yang disesuaikan dengan perkembangan situasi saait ini. Hal yang sudah kami lakukan diantaranya secara rutin menggelar rakor secara online untuk menyosialisaikan perkembanagn dan menyesuaikan dengan kedaan,” jelasnya.
Lebih lanjut Andy menambahkan, sejumlah program kerja telah disiapkan diantaranya, melakukan restrukturisasi keanggotaan, inventarisasi Uji Kompetensi Pendidik yang telah mengikuti dan yang telah habis masa berlakuknya, program peningkatan kerjasama kemitraan dengan Organisasi Mitra dan Pemerintah, Peningkatan ekonomi guna menunjang kemajuan organisasi, peningkatan kualitas dan mutu anggota serta pengurusan administrasi organisasi.
“Harapannya, tentu kami bisa mengakomodasi kepentingan anggota, menjembatani aspirasi anggota dengan dinas terkait terkait dengan perizinan dan lain-lain,”pungkasnya.

Pelantikan
Sementara itu, kegiatan seremoni pelantikan Pengurus Baru HISPPI Kota Bandung dilaksanakan di Hotel Noor Kota Bandung, Kamis (29/07/2021) dengan mengedepankan Protokol Kesehatan yang ketat. Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD HISPPI PNF, Jentot Tugiyono, S.Pd MM dan disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai Pelindung, KASI Kursus Kelembagaan dan Kemitraan, Dra Rina, Penasehat HISPPI, Paojan Zam’ an S. Pdi MPd, Pimpinan LPT Ariyanti, Isvi Oscar dan Pimpinan LPT Panghegar, Zoel Ikhwan.
Andy mengatakan, sehari setelah pelantikan, sejumlah jajaran pengurus baru langsung menghadap ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Selain menyerahkan berita acara pelantikan, Baru HISPPI PNF Kota Bandung juga melaporkan pelaksanaan acara pelantikan telah berjalan aman dan lancar dan siap bermitra dengan Disdik Kota Bandung.
“Sambil berjalan menunggu situasi normal, banyak agenda yang akan dilaksanakan yaitu mewujudkan cita-cita Ketua HISPPI adalah Menuju Literasi Digital dalam rangka Era Digital,” Papar Andy.(an)








Discussion about this post