CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

IDI Tanggapi Penyemprotan Air Oleh Pemerintah Guna Kurangi Polusi Jakarta

Oleh Abdul Hadi
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 11:49
di Nasional
Penyemprotan Air

MADANIACOID -Keadaan atmosfer di wilayah Jabodetabek masih terus memperlihatkan ketidakbaikan. Dampak polusi udara yang merugikan mampu mengganggu kesehatan tubuh, terutama sistem pernapasan. Beragam usaha telah dilakukan guna meningkatkan mutu udara, termasuk penggunaan teknologi untuk mengubah cuaca dan penyemprotan bahan kimia.

Namun, menurut Sigit Reliantoro, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), cara-cara tersebut masih belum mencapai hasil optimal.

Ia mengatakan teknologi modifikasi cuaca dengan menyemai garam ke lapisan atmosfer masih belum optimal, karena hanya ada sedikit awan hujan akibat musim kemarau yang panjang.

Dilansir dari DetikHealth, Salah satu pilihan alternatifnya adalah dengan menggunakan cara semprot air berkabut di gedung-gedung tinggi. Untuk saat ini, pihak KLHK bersama BRIN masih mendata jumlah gedung yang bisa digunakan sebagai tempat semprot air berkabut tersebut.

“Tapi, juga dalam skala mikro, misalnya dengan membuat semprotan air berkabut di gedung-gedung yang tinggi,” tutur Sigit.

“Kita lagi mengintarisasi, dari BRIN sudah inventarisasi gedung-gedung tinggi yang potensial digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan, tapi sekali lagi kami menginventarisasi untuk membuat kabutnya siapa saja yang punya fasilitasnya,” sambungnya.

Namun demikian, Sigit menekankan fakta bahwa penggunaan teknologi semprotan kabut air ini tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi keseluruhan permasalahan polusi udara di wilayah Jabodetabek. Karena alasan ini, pemerintah pusat akan memilih daerah-daerah yang diutamakan untuk menjalankan kegiatan penyemprotan tersebut.

Tanggapan IDI Terkait Penyemprotan Air

Erlina Burhan, seorang anggota divisi Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, mengutip hasil studi di Tiongkok yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penyemprotan air di jalan justru meningkatkan konsentrasi partikulat meter (PM) 2,5. PM 2,5 merupakan gabungan partikel padat dan cair yang terdapat dalam udara.

“Studi yang dilakukan di Tiongkok menunjukkan bahwa menyemprot jalan dengan air justru meningkatkan, bukan menurunkan, konsentrasi PM2.5,” Pungkas Erlina dalam Jejaring Media Sosial Twitternya.

Daripada menjalankan penyiraman air di jalan-jalan Ibukota, dia mengusulkan bahwa pemerintah bisa memilih untuk secara teratur menerapkan teknik penciptaan hujan buatan. Namun, dia kembali menegaskan bahwa upaya meredam polusi udara dengan cara tersebut hanya akan memberikan efek sementara.

Editor: Denny Surya
Previous Post

Revitalisasi TMII Sajikan Berbagai Wahana Baru

Next Post

5 Jenis Kecelakaan diluar Tanggungan BPJS Kesehatan

Next Post
BPJS Kesehatan

5 Jenis Kecelakaan diluar Tanggungan BPJS Kesehatan

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Rabu, 22 April 2026 - 15:42
Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 14:33
Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Rabu, 22 April 2026 - 13:38
KAI Sumbar Gas Pol Transportasi Hijau, Emisi Dipangkas hingga 75 Persen

KAI Sumbar Gas Pol Transportasi Hijau, Emisi Dipangkas hingga 75 Persen

Rabu, 22 April 2026 - 10:49
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID