CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Jabar Optimistis Bisa Turunkan Prevalensi Stunting Sesuai Target Nasional

Oleh Denny Surya
Senin, 23 Oktober 2023 - 18:33
di Headline
Jabar Optimistis Bisa Turunkan Prevalensi Stunting Sesuai Target Nasional

MADANIACOID – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus mendorong upaya-upaya penanganan tengkes ( _stunting_ ).

Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan, Jabar berhasil menurunkan angka prevalensi _stunting_ 10,9 persen, dari angka 31,1 persen di tahun 2018 ke angka 20,2 pada 2022, dengan rata-rata penurunan mencapai 2,72 persen per tahun.

Berdasarkan capaian tersebut, Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin optimistis target penurunan _stunting_ ke angka 14 persen dapat tercapai di tahun 2024 mengikuti target nasional.

Menurutnya, untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya ganda dari mulai pemenuhan gizi semenjak kehamilan hingga infrastruktur mumpuni seperti akses air bersih dan sanitasi.

“Insyaallah, (target 14 persen) saya yakin bisa tercapai di 2024,” ungkap Bey saat ditemui usai kegiatan Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Barat di Hotel Pullman, Kota Bandung, Senin 23 Oktober 2023.

“Ada dua intervensi, yang satu betul-betul ditujukan pada anak, satu lagi ini yang harus dikerjakan bersama-sama seperti sanitasi dan air. Jadi tak hanya makanan atau sampai ibu hamil, tapi juga semuanya harus diperhatikan  bersama-sama,” paparnya.

Merujuk pada angka Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat elektronik (e-PPGBM), angka _stunting_ di Jabar saat ini hanya 6,01 persen, dengan data _by name by address_ balita _stunting_ sebanyak 178.058 per 15 Oktober 2023, dari sebelumnya 183.440 balita pada 2022.

Angka tersebut masuk dalam kategori rendah, meskipun terdapat perbedaan data sebesar 14,19 persen jika dibandingkan dengan data SSGI. Upaya perbaikan kualitas data telah dilakukan melalui pelaksanaan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dengan peningkatan jumlah _sampling_ .

*Apresiasi Kementerian Kesehatan*

Capaian penurunan _stunting_ di Jabar ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengungkapkan, penurunan _stunting_ di provinsi dengan penduduk terbanyak ini menyumbang presentase yang besar untuk Indonesia.

“Untuk suatu provinsi yang jumlah penduduknya sangat besar, pencapaian Jawa Barat bukan hal yang mudah. Penduduknya sampai 50 juta, ( _stunting_ ) turun dari angka 24 persen ke angka 20 persen dalam satu tahun. Saya ucapkan selamat,” ujar Maria.

“Apa yang terjadi di Jabar itu akan terefleksikan dalam data nasional karena Jawa Barat menyumbang persentase yang besar untuk data nasional. Ini adalah provinsi yang terpenting untuk penurunan _stunting_ ,” tuturnya.

Maria menyebutkan, pihaknya telah melakukan analisis data _stunting_ di tahun 2021 dan 2022. Hasilnya, terdapat potensi angka penambahan stunting baru, yakni _stunting_ baru pertama balita usia 0 sampai 1 tahun sebanyak 580.000 balita serta _stunting_ baru kedua balita usia 1 sampai 2 tahun sebanyak 900.000 anak.

“Jadi kita ada dua titik krusial dimana ada _stunting-stunting_ baru, yaitu di usia 0 sampai 1 tahun dan usia 1 sampai 2 tahun. Kalau tidak bisa ditahan _stunting_ barunya, maka kita akan sulit untuk menurunkan _stunting_ ,” tegasnya.

Maria menambahkan, fokus program dari Kemenkes dalam menekan angka _stunting_ baru tersebut dilakukan melalui intervensi spesifik pada masa sebelum lahir dan sesudah lahir, mulai dari skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri, pemeriksaan kehamilan, konsumsi TTD dan pemberian makanan tambahan energi pada ibu hamil.

Selain itu dilakukan pemantauan pertumbuhan balita, ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), tata laksana balita dengan masalah gizi dan peningkatan imunisasi pada balita.

Intervensi spesifik tersebut, lanjut Maria, telah disosialisasikan secara daring ke 34 dinas kesehatan tingkat provinsi, 514 dinas kesehatan tingkat kabupaten/kota dan dinas pemberdayaan masyarakat desa pada 16 Februari 2023.

Sosialisasi serupa juga dilakukan secara daring kepada 10.260 Puskesmas di seluruh Indonesia pada 1-17 Maret 2023.***

Editor: Denny Surya
Previous Post

BKKBN Jabar Jadi Tuan Rumah Puncak Perayaan Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia

Next Post

Belajar Dari Pengalaman, Daop 2 Siapkan Skenario Jika KA Feeder Bermasalah

Next Post
Belajar Dari Pengalaman, Daop 2 Siapkan Skenario Jika KA Feeder Bermasalah

Belajar Dari Pengalaman, Daop 2 Siapkan Skenario Jika KA Feeder Bermasalah

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Kesehatan Mental: Memahami Pentingnya, Faktor Risiko, dan Upaya Penanganan

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Kesehatan Mental: Memahami Pentingnya, Faktor Risiko, dan Upaya Penanganan

Rabu, 29 April 2026 - 20:51
Manusia dan Alam: Peran Situs UNESCO dalam Menjaga Kehidupan dan Warisan Dunia

Manusia dan Alam: Peran Situs UNESCO dalam Menjaga Kehidupan dan Warisan Dunia

Rabu, 29 April 2026 - 17:49
Fenomena Blue Zones: Antara Fakta, Kritik, dan Gaya Hidup Sehat

Fenomena Blue Zones: Antara Fakta, Kritik, dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 29 April 2026 - 15:48
Mengapa Mengonsumsi Makanan Berwarna-warni Baik untuk Kesehatan

Psikologi Foodies: Perubahan Selera Makan di Era Modern

Rabu, 29 April 2026 - 13:45
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID