Pekerja Migran Indonesia Ilegal, Rentan Alami Kekerasan Fisik

79
Pekerja migran Indonesia ilegal
Ilustrasi. (Istimewa)

Madania.co.id, Bandung – Pekerja migran Indonesia ilegal, rentan mengalami kekerasan fisik. Terkait dengan jumlah tenaga migran, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkapkan, pihaknya mencatat terdapat 3,7 juta pekerja migran Indonesia (PMI). Ini tersebar di 150 negara.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan pekerja yang secara resmi terdaftar dan ditempatkan sesuai dengan prosedur.

Namun, sambung Benny, jika merujuk data yang diperoleh dari World Bank, jumlah pekerja migran Indonesia yang ada di luar negeri berjumlah 9 juta.

Dengan demikian, apabila dibandingkan data yang tercatat oleh BP2MI dan World Bank terdapat selisih sekitar 5,3 juta pekerja migran. Diyakini, 80 persen dari 5,3 juta pekerja migran itu diberangkatkan secara ilegal di negara penempatan.

Baca Juga:  Munculnya Politik Dinasti, Kolusi dan Nepotisme di Era Baru

“5,3 juta ini yang kami yakini 80 persen mereka adalah para PMI unprosedural yang diberangkatkan secara tidak resmi atau ilegal,” ujar Benny, dalam keterangan yang diterima, Jumat (30/4/2021).

Data World Bank

Benny menilai data yang dihimpun World Bank akurat sebab telah melalui penelitian ilmiah. Maka dari itu, dia menegaskan, negara harus hadir untuk memberikan perlindungan karena para PMI acap kali mengalami beragam persoalan seperti pemutusan kerja sepihak hingga kekerasan fisik di negara penempatan.

Baca Juga: 

“Mereka juga yang sehat harus mengalami cacat fisik, kehilangan ingatan, depresi semua mereka rata-rata adalah pekerja yang diberangkatkan secara tidak resmi,” ucap dia.

Sementara itu, data yang dihimpun dalam rentang waktu 1 Januari 2020 hingga 15 Maret 2021, menurut Benny, pemerintah sudah memulangkan sekitar 177 ribu PMI yang berada dalam kondisi sehat ke tanah air.

Di sisi lain, terdapat 780 jenazah dipulangkan. Sebagian besar jenazah yang dipulangkan merupakan PMI ilegal yang mengalami kekerasan fisik di negara penempatannya.

“80 persen jenazah itu mereka yang diberangkatkan secara ilegal,” katanya.

Kekerasan Fisik

Pekerja migran Indonesia ilegal, rentan mengalami kekerasan fisik. Benny mengatakan, PMI ilegal yang kembali pulang ke tanah air dalam kondisi sehat sepatutnya bersyukur. Sebab, marak PMI migran yang mengalami kekerasan fisik hingga cacat bahkan hilang ingatan.

Baca Juga:  Kapolsek Astanaanyar Tersandung Kasus Narkoba, Kapolda Jabar  Angkat Suara

“Mereka yang diberangkatkan secara tidak resmi adalah mereka yang harus mengalami eksploitasi yang tidak menyenangkan bahkan membuat cacat fisik, hilang ingatan, depresi bahkan tidak sedikit yang menjadi jenazah ketika kembali ke tanah air,” pungkas dia.

Sebelumnya, BP2MI Bandung berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan lima PMI ilegal ke Irak. Mereka tergiur berangkat setelah diimingi upah senilai Rp 5 juta. (mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here