CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Telkom University Kembangkan Sistem Pemetaan Kandungan Air Tanah

Oleh Feri Wahyudin
Sabtu, 14 Januari 2023 - 12:00
di Headline, Pendidikan
Telkom University Kembangkan Sistem Pemetaan Kandungan Air Tanah

Bandung,– Sebagai bentuk kontribusi Telkom University dalam mendorong produktivitas di sektor pertanian, maka riset dan inovasi juga dilakukan untuk mendukung sektor strategis ini.

Telkom University berhasil mengembangkan metode pemetaan kandungan air tanah pada lahan pertanian atau perkebunan berbasis sistem radar. Secara lebih spesifik, teknologi yang dikembangkan tersebut digunakan untuk mendukung pemupukan presisi di perkebunan teh.

Riset tersebut dikembangkan oleh Dr. Aloysius Adya Pramudita, yang merupakan peneliti Telkom University dari Fakultas Teknik Elektro (FTE).

Melalui riset tersebut, Adya bersama tim berupaya mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi pada industri pertanian dan perkebunan dengan menerapkan konsep Precision Agriculture pada pengelolaan kegiatan pemupukan. Ketepatan dalam pemupukan dapat meningkatkan efisiensi.

“Konsep tersebut dilakukan dengan melipatgandakan kemampuan mengolah informasi, informasi penting yang kami Kelola merupakan informasi kandungan air tanah. Informasi kandungan air pada tanah dimanfaatkan untuk menentukan dan pengaturan waktu pemupukan serta memperkirakan kebutuhan pupuk, sehingga pemupukan dapat efektif dan efisien.” Ujar Adya dalam keterangan resminya. Sabtu 14 Januari 2023

Adya menjelaskan, alat ini dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ketidakakuratan data-data lahan sebagai referensi proses pemupukan. Sebelumnya pelaku perkebunan atau petani berpatokan pada kondisi cuaca dan data curah hujan untuk memperkirakan kandungan air tanah. Hal tersebut bisa dibilang kurang akurat apabila dilakukan pada lahan perkebunan yang sangat luas.

“Akibatnya apabila proses pemupukan tidak dilakukan dengan dasar yang tepat, bisa tidak tepat waktu dan tepat jumlah. Pada kasus perkebunan teh misalnya, pemupukan memiliki porsi 40-60% biaya produksi. ” Jelas Adya.

Proses penelitian yang telah dilakukan sejak 2015, yang dimulai dengan penelitian dasar dan telah mengalami pengembangan dan terakselerasi sejak 2021 dengan dukungan sumber pendanaan dari LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan). Pengembangan fitur-fitur baru dari teknologi ini masih terus berjalan hingga 2024.

“Pada tahun ini (2023) sesuai dengan peta jalan penelitian, kami akan lakukan hilirisasi hasil penelitian yang telah dicapai dan melakukan penelitian pengembangan untuk menghasilkan fitur-fitur baru dari teknologi ini, sehingga tidak hanya sebagai sistem pengambilan keputusan untuk pemupukan presisi namun juga dapat menghimpun jenis-jenis data lahan yang lain dengan memanfaatkan Sistem GPR (Ground Penetrating Radar).” pungkas Adya. (***)

Editor: Denny Surya
Previous Post

Hore ! Lima Kalangan Ini Dapat Tarif Reduksi Dari KAI

Next Post

Wagub Uu Ruzhanul Cek Pabrik Jajanan Anak di Ciamis

Next Post
Wagub Uu Ruzhanul Cek Pabrik Jajanan Anak di Ciamis

Wagub Uu Ruzhanul Cek Pabrik Jajanan Anak di Ciamis

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Rabu, 22 April 2026 - 15:42
Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 14:33
Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Rabu, 22 April 2026 - 13:38
KAI Sumbar Gas Pol Transportasi Hijau, Emisi Dipangkas hingga 75 Persen

KAI Sumbar Gas Pol Transportasi Hijau, Emisi Dipangkas hingga 75 Persen

Rabu, 22 April 2026 - 10:49
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID