CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Uang dan Kebahagiaan: Antara Stabilitas Finansial dan Minimnya Stres

Oleh Hilma Halimah
Sabtu, 25 April 2026 - 18:10
di Feature
Uang dan Kebahagiaan: Antara Stabilitas Finansial dan Minimnya Stres

Ilustrasi seorang perempuan tersenyum sambil memegang banyak uang, melambangkan kebahagiaan dan rasa aman yang berkaitan dengan stabilitas finansial.

Bandung, Madania – Perdebatan mengenai apakah uang dapat membeli kebahagiaan terus berlangsung. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa uang tidak hanya berkaitan dengan kemewahan, melainkan juga berperan penting dalam mengurangi stres kehidupan sehari-hari.

Profesor Jon M. Jachimowicz dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa stabilitas finansial memberikan rasa tenang dan kendali terhadap berbagai situasi tak terduga. Dengan memiliki sumber daya yang cukup, seseorang dapat mengatasi masalah sehari-hari dengan lebih cepat—mulai dari hal sederhana hingga kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan.

Menurutnya, fokus pada kebahagiaan yang dibeli uang sering kali mengabaikan aspek lain yang tidak kalah penting, yakni kemampuan uang dalam mengurangi beban pikiran.

Uang dan Pengurangan Stres

Dalam salah satu studi, ratusan partisipan diminta mencatat pengalaman harian mereka selama 30 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi masalah yang dialami relatif sama di semua kelompok pendapatan. Namun, individu dengan penghasilan lebih tinggi merasakan tingkat stres yang lebih rendah terhadap masalah tersebut.

Hal ini disebabkan oleh adanya rasa kontrol yang lebih besar. Dengan dukungan finansial, seseorang memiliki lebih banyak pilihan dalam menyelesaikan masalah, sehingga tekanan emosional pun berkurang.

Selain itu, tingkat pendapatan yang lebih tinggi juga berkorelasi dengan kepuasan hidup yang lebih baik secara keseluruhan.

Cara Orang Menghadapi Masalah

Penelitian lain menunjukkan bahwa baik individu berpenghasilan tinggi maupun rendah sama-sama mengandalkan bantuan keluarga dan teman dalam menghadapi kesulitan. Namun, perbedaannya terletak pada opsi yang tersedia.

Mereka yang memiliki kondisi finansial lebih baik cenderung menggunakan uang sebagai solusi praktis, seperti memesan transportasi atau layanan makanan. Sementara itu, individu dengan keterbatasan ekonomi lebih sering bergantung pada jaringan sosialnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan finansial tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan sosial karena meningkatnya ketergantungan pada orang lain.

Dampak Psikologis dari Kesulitan Finansial

Penelitian juga menyoroti adanya fenomena “lingkaran rasa malu” (shame spiral) pada individu yang mengalami kesulitan ekonomi. Perasaan malu ini dapat membuat seseorang menghindari masalah finansialnya, yang pada akhirnya justru memperburuk kondisi tersebut.

Lebih jauh, persepsi bahwa kemiskinan adalah kesalahan individu turut memperparah tekanan psikologis. Padahal, faktor struktural seperti akses transportasi, kebijakan kerja, dan kondisi ekonomi juga memainkan peran besar.

Dampak dari tekanan finansial ini tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berdampak pada produktivitas kerja, kualitas pengambilan keputusan, serta hubungan sosial.

Perlunya Perubahan Sistemik

Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menciptakan sistem yang lebih inklusif. Akses terhadap sumber daya dan kesempatan perlu diperluas agar setiap individu memiliki kendali atas hidupnya, tanpa memandang kondisi ekonomi.

Dengan demikian, uang memang bukan satu-satunya sumber kebahagiaan. Namun, stabilitas finansial terbukti menjadi faktor penting dalam mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup.

Pada akhirnya, pertanyaan bukan lagi sekadar apakah uang bisa membeli kebahagiaan, tetapi bagaimana masyarakat dan sistem dapat memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup dengan lebih tenang dan terkendali.

Editor: Denny Surya
Berita terbaru dan menarik hari ini tentang finansialKebahagianKesehatan Finansial
Previous Post

Kesehatan Mental dan Keuangan: Hubungan yang Saling Mempengaruhi

Next Post

Peran Teknologi dalam Membantu Masyarakat Kurang Beruntung

Next Post
Peran Teknologi dalam Membantu Masyarakat Kurang Beruntung

Peran Teknologi dalam Membantu Masyarakat Kurang Beruntung

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Kesehatan Mental: Memahami Pentingnya, Faktor Risiko, dan Upaya Penanganan

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Pentingnya Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Stigma yang Masih Kuat

Kesehatan Mental: Memahami Pentingnya, Faktor Risiko, dan Upaya Penanganan

Rabu, 29 April 2026 - 20:51
Manusia dan Alam: Peran Situs UNESCO dalam Menjaga Kehidupan dan Warisan Dunia

Manusia dan Alam: Peran Situs UNESCO dalam Menjaga Kehidupan dan Warisan Dunia

Rabu, 29 April 2026 - 17:49
Fenomena Blue Zones: Antara Fakta, Kritik, dan Gaya Hidup Sehat

Fenomena Blue Zones: Antara Fakta, Kritik, dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 29 April 2026 - 15:48
Mengapa Mengonsumsi Makanan Berwarna-warni Baik untuk Kesehatan

Psikologi Foodies: Perubahan Selera Makan di Era Modern

Rabu, 29 April 2026 - 13:45
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID