CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Apa Sebenarnya Fungsi Sekolah? Ketika Pendidikan Tak Hanya Soal Prestasi Individu

Oleh Hilma Halimah
Minggu, 19 April 2026 - 14:56
di Feature, Pendidikan
Apa Sebenarnya Fungsi Sekolah? Ketika Pendidikan Tak Hanya Soal Prestasi Individu

Sekelompok anak-anak di dalam kelas terlihat ceria dan antusias belajar bersama, mencerminkan suasana sekolah yang hangat dan menyenangkan.

Bandung, Madania – Di tengah sistem pendidikan yang kian kompetitif, pertanyaan mendasar kembali mengemuka: apa sebenarnya tujuan utama sebuah sekolah? Bagi banyak orang tua, pendidikan kerap dipandang sebagai sarana untuk memaksimalkan potensi anak—terutama bagi mereka yang dianggap “berbakat” atau gifted. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa makna pendidikan jauh lebih kompleks dari sekadar pencapaian akademik.

Seorang penulis dan orang tua, D. L. Mayfield, mengangkat refleksi ini melalui pengalamannya mendampingi anak yang tergolong berbakat di sistem pendidikan Amerika Serikat. Ia menemukan bahwa label “gifted” tidak selalu identik dengan keberhasilan akademik. Sebaliknya, banyak anak dengan kemampuan kognitif tinggi justru menghadapi tantangan sosial dan emosional.

Dalam dunia pendidikan modern, istilah giftedness semakin dipahami sebagai bentuk perkembangan yang tidak seimbang (asynchronous development). Artinya, seorang anak bisa sangat unggul dalam aspek intelektual, namun tertinggal dalam kemampuan sosial atau emosional. Bahkan, tidak jarang kondisi ini beriringan dengan gangguan lain seperti ADHD atau OCD, yang melahirkan istilah twice exceptional (2e).

Fenomena ini memunculkan pertanyaan lebih besar: apa yang seharusnya didapatkan anak dari pendidikan?

Sekolah Bukan Sekadar Nilai

Selama ini, kualitas sekolah sering diukur melalui skor ujian standar. Padahal, ukuran tersebut dinilai tidak mencerminkan aspek penting lain seperti kecerdasan emosional, keterlibatan siswa, hingga budaya kepedulian di lingkungan sekolah.

Sejumlah pakar pendidikan menilai bahwa indikator keberhasilan sekolah seharusnya mencakup lingkungan belajar, keterlibatan komunitas, distribusi sumber daya, serta perkembangan siswa secara menyeluruh. Pendekatan ini dinilai lebih relevan untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil.

Ketimpangan dalam Sistem Pendidikan

Penulis pendidikan Jack Schneider dalam bukunya Beyond Test Scores menyoroti bagaimana pendidikan telah bergeser dari “kepentingan publik” menjadi “kompetisi individu”. Dalam perspektif ekonomi, pendidikan kini diperlakukan sebagai positional good—nilainya ditentukan oleh seberapa unggul dibanding orang lain.

Akibatnya, sumber daya cenderung terkonsentrasi pada sekolah-sekolah dengan performa tinggi, sementara sekolah di komunitas berpenghasilan rendah tertinggal. Fenomena ini memperparah ketimpangan, bahkan memicu segregasi berdasarkan ras dan ekonomi.

Data menunjukkan bahwa program khusus untuk siswa berbakat sering kali tidak merepresentasikan keberagaman siswa secara adil. Faktor seperti latar belakang budaya dan keterbatasan metode identifikasi membuat banyak anak berbakat dari kelompok minoritas tidak terdeteksi.

Dilema Orang Tua

Dalam sistem seperti ini, orang tua kerap dihadapkan pada dilema antara memperjuangkan yang terbaik untuk anak sendiri atau berkontribusi pada kebaikan bersama. Pilihan untuk mencari sekolah “terbaik” sering kali tanpa disadari memperkuat ketimpangan yang ada.

Padahal, tujuan ideal pendidikan adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang.

Sekolah sebagai Ruang Tumbuh Bersama

Di tengah berbagai keterbatasan, sekolah tetap memiliki peran penting sebagai ruang aman dan inklusif. Lingkungan yang beragam secara sosial dan budaya justru memberikan pengalaman belajar yang tidak tergantikan—mengajarkan empati, toleransi, dan kemampuan beradaptasi.

Bagi sebagian orang tua, nilai ini bahkan lebih penting daripada sekadar prestasi akademik.

Pendidikan yang Membangun, Bukan Memisahkan

Refleksi ini mengarah pada satu kesimpulan: pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada komunitas. Sistem yang terlalu menekankan kompetisi berisiko menciptakan kesenjangan yang semakin lebar.

Sebaliknya, pendidikan yang ideal adalah yang mampu membangun semua anak tanpa terkecuali—memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang “sekolah yang baik” bukan hanya soal fasilitas atau nilai, melainkan tentang sejauh mana sekolah mampu menjadi tempat di mana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh.

Editor: Denny Surya
Berita terbaru dan menarik hari ini tentang parentingSekolah AnakSuasana Kelas
Previous Post

Apa yang Disukai (dan Tidak Disukai) Siswa dari Sekolah?

Next Post

10 Buku Psikologi yang Wajib Dibaca untuk Memahami Cara Kerja Pikiran Manusia

Next Post
10 Buku Psikologi yang Wajib Dibaca untuk Memahami Cara Kerja Pikiran Manusia

10 Buku Psikologi yang Wajib Dibaca untuk Memahami Cara Kerja Pikiran Manusia

Discussion about this post

Indeks Berita

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Siklus Menstruasi dan Perubahan Mood: Memahami Fase Tubuh Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 14:33
Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Alarm Kesehatan Ibu di Jabar, 646 Kasus Kematian, KB Pascapersalinan Jadi Solusi

Rabu, 22 April 2026 - 13:38
KAI Sumbar Gas Pol Transportasi Hijau, Emisi Dipangkas hingga 75 Persen

KAI Sumbar Gas Pol Transportasi Hijau, Emisi Dipangkas hingga 75 Persen

Rabu, 22 April 2026 - 10:49
Day Trading Menjanjikan Untung Cepat, Ini Risiko yang Perlu Dipahami

Day Trading Menjanjikan Untung Cepat, Ini Risiko yang Perlu Dipahami

Rabu, 22 April 2026 - 09:44
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID