Karyawan Muslim Selesaikan Kasus Diskriminasi dengan Jaringan Restoran di Michigan

263
proses hukum
Proses Hukum Kasus Diskriminasi terhadap Muslim Michigan, AS. (Foto: legalreader.com)

Madania.co.id, AS- Gugatan kasus diskriminasi di tempat kerja oleh jaringan restoran yang berbasis di Michigan, Anna’s House terhadap dua mantan karyawannya, telah mencapai penyelesaian.

Gugatan itu diajukan pada Januari 2020 oleh karyawan restoran yang berada di Westland. Dua karyawan tersebut mengaku diberhentikan tanpa alasan.

Dilansir Legal Reader (07/04/21), seorang manajer diduga menyuruh seorang karyawannya yang bekerja di depan untuk melepas jilbabnya, tapi dia menolak melakukannya karena itu merupakan bagian dari ekspresi religius wanita tersebut.

Dalam gugatan tersebut, pemilik Anna’s House juga diduga mempermasalahkan pengawas dapur yang berdo’a di tempat kerja, dan kuasa hukum korban meyakini bahwa kliennya menjadi sasaran diskrimansi karena beragama Islam.

“Kedua klien kami mengalami perlakuan yang paling mengerikan dan tidak bermartabat di tangan pemilik Anna’s House, mereka merasa malu dan merasa dihinakan, mereka telah menjadi korban diskriminasi,” kata pengacaranya.

Baca Juga:  Tingkatkan Lanskap Perkotaan, Arab Saudi Alokasikan Dana Lebih dari 6 Miliar Riyal

“Dan saya sangat terhormat mewakili mereka karena mereka memiliki keberanian dan kehendak untuk melawan,” tambah Michael Pitt, pengacara penggugat, saat pengajuan.

Gugatan tersebut menuduh lebih lanjut, “Pemilik dan operator Anna’s House, Josh Beckett memecat mantan karyawan Alicia Dunlap dan Aliou Diao tanpa penjelasan setelah mencoba untuk menegakkan kebijakan dengan cara yang diskriminatif.”

“Dan bahkan meminta seorang wanita Muslim untuk melepas jilbabnya selama jam kerja,” tambah gugatan itu.

Kedua karyawan tersebut bekerja di lokasi Westland. Mereka dipecat pada 17 Juni 2019, seorang wanita muslim Hispanik, Dunlap bekerja di restoran itu selama dua tahun, dan Diao, seorang Muslim Senegal, bekerja sebagai manajer dapur sejak Desember 2017.

Baca Juga:  Orang Tua Muslim Detroit Menghadapi Pilihan Sulit dengan Sistem Pembelajaran Sekolah

Restoran tersebut awalnya menjawab, “Anna’s House mengetahui gugatan yang diajukan hari ini. Kami telah menyewa pengacara dan akan membela terhadap klaim ini di Pengadilan.”

“Anna’s House telah dan terus menjadi tempat yang mempekerjakan dan melayani orang-orang dari semua latar belakang dan kepercayaan,” tambahnya.

Pembelaan Anna’s House

Pengacara Anna’s House mengirimkan tanggapan bulan lalu untuk pengajuan awal pada Januari 2020, mereka membantah tuduhan diskriminasi di tempat kerja.

Menurut jaringan restoran, “Penggugat (korban) tidak mengalami perlakuan berbeda atau tindakan kerja yang merugikan oleh tergugat (pihak Anna’s House) karena kategori atau aktivitas yang dilindungi.”

Baca Juga:  Keterisian Rumah Sakit Meningkat, Ridwan Kamil: Ini Imbas Libur dan Mudik yang Bocor

“Tergugat (pihak Anna’s House) tidak bertindak sembrono mengabaikan hak-hak yang dilindungi. Juga tergugat tidak membalas dendam terhadap Penggugat (korban) dalam bentuk apapun, dengan cara atau untuk alasan apapun,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations Michigan, Dawud Walid, mengatakan “Michigan Tenggara bukanlah wilayah yang homogen. Ini adalah salah satu daerah yang paling beragam secara etnis dan agama di seluruh negara bagian Michigan.”

“Ketika kita menghadapi situasi seperti ini, di mana kita memiliki orang kulit berwarna yang secara terang-terangan didiskriminasi dan standar ganda, ini tidak dapat diterima sama sekali, tetapi terutama di sini di tenggara Michigan.” (dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here