Kasus Bentrokan Dua Kelompok Bermotor, DPO yang Lakukan Penusukan Ditangkap Polisi

107

Madania.co.id, Sumedang – Seorang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial W alias Black dipastikan telah ditangkap petugas kepolisian. Diketahui, Black ialah pelaku yang menusuk korban Karta Gunawan (37) hingga tewas menggunakan pisau.

Selain menangkap W alias Black, sebelumnya polisi telah menangkap tiga tersangka lainnya berinisial AR alias Tile, DS alias Komeng, N Alias Ute.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet mengatakan, pelaku W alias Black ditangkap di kawasan Purwakarta, Jawa Barat.

“Ya pelaku W sudah dibekuk, dan saat ini kita sudah lakukan penahanan terhadap pelaku,” ujar Yanto, dalam keterangan yang diterima, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga:  Lauching SP2HP Online, Kapolri: Semoga Tidak Ada Lagi Sumbatan Komunikasi

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan serangkaian proses penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rekonstruksi.

“Kalau untuk motifnya nanti setelah selesai pemeriksaan, akan kita ketahui motifnya ya. Kita akan periksa, kita lakukan penyelidikan, terus kita lakukan olah TKP, kemudian rekontruksi, kita akan lengkapi,” jelasnya.

Ini Kronologi Peristiwanya

Sebelumnya diberitakan, empat orang berinisial AR alias Tile, DS alias Komeng, N Alias Ute, dan W alias Black (DPO), telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus bentrok antara dua kelompok bermotor yang berujung tewasnya seorang korban dari kelompok XTC, Karta Gunawan.

Baca Juga:  Imam Hermanto Apresiasi Kontestasi Politik Kabupaten Bandung, BBC Dukung Nu Pasti

Adapun, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (15/1/2021) lalu, sekitar pukul 18.00 WIB.

Kronologis kejadian tersebut bermula saat salah satu kelompok bermotor termasuk korban tengah melakukan penggalangan dana untuk disalurkan bagi warga yang terdampak longsor.

Lalu, terjadi gesekan di antara kelompok bermotor yang menggalang dana dengan kelompok bermotor lainnya. Belum diketahui penyebab terjadinya gesekan di antara dua kelompok bermotor itu.

Setelah kejadian tersebut, polisi melakukan proses lidik dan mengamankan 43 orang hingga menetapkan empat di antaranya sebagai tersangka.

Baca Juga:  Berkas Kasus Pengguntingan Bendera Merah Putih Diserahkan ke Kejaksaan

Korban dipukul dengan menggunakan air softgun oleh AR sebanyak tiga kali sedangkan DS dan N memukul menggunakan tangan sebanyak satu kali. Sementara itu, yang paling fatal, dilakukan oleh W yang menusuk korban menggunakan pisau ke bagian dada sebelah kiri.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa senjata air softgun, celana, pisau, hingga satu unit sepeda motor.

Atas perbuatannya, empat tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 dan ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun kurungan penjara. (mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here