
Madania.co.id, Bandung – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung tahun anggaran 2022, naik hingga Rp 1 triliun.
Tetapi, menurut Anggota Bangar DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana, jumlah tersebut bisa lebih jika Pemkab Bandung mengoptimalkan potensi PAD.
“Selama ini belum maksimal, peningkatan PAD hanya fokus dari satu sumber, yaitu pajak. Kuramg kreatif itu,” jelasnya saat dihubungi wartwan via telpon, Jumat (19/11)
Sumber PAD yang kurang tergali, di antaranya parkir.
Anggota Komisi C ini, menegaskan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mentagetkan, pendapatan dari retribusi parkir Rp 2 miliar per tahun.
Jika melihat potensi, seharusnya bisa lebih. Hal ini jelasnya, dikarenakan pengelolaan parkir di Kabupaten Bandung tidak profesional.
Menurutnya, ada beberapa opsi untuk meningkatkan pendapatan dari parkir, selain diserahkan kepada pihak swasta, bisajuga dengan memperbaiki manajemen di internalnya.
“Cukup Dishub, harusnya dengan sumber daya yang ada bisa maksimal. Tapi selama ini enggak maksimal,” ungkap legislator Partai Nasdem ini.
Toni menyarankan, Dishub membentuk program parkir berlangganan.
Jadi, lanjutnya,saat pemilik kendaraan membayar pajak sekaligus dengan biaya parkir.
Dengan cara itu, pendapatan dari parkir bisa berkali-kali lipat.
“Tinggal dihitung saja berapa banyak pemilik motor dan mobil, misalnya pemilik motor setahun Rp50 ribu dikali berapa ribu motor, terus kendaraan roda empat,” ucapnya.
“Di beberapa daerah yang sudah beralih ke parkir langganan, itu peningkatannya signifikan,” imbuhnya.
Selain retribusu parkir, potensi lainnya, PBB yang wajib pajaknya memiliki tunggakan.
Toni mengapresiasi, langkah Pemkab Bandung yang memberi insentif penghapusan denda pajak.
Itu, menurut dia, merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak termasuk PBB.
Namun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) harus melakukan pengecekan ke lapangan.
“Jadi, maksudnya ada croscheck di lapangan, diperiksa keuangannya, perputaran keuangan di perusahaan, kan itu akan kelihatan apakah mereka benar- lagi merugi atau apa. Jangan-jangan semua perusahaan melakukan hal yang sama agar mereka tidak mau bayar pajak semestinya,” katanya.(m)








Discussion about this post