
Disinyalir, salah satu penyebaran ovid-19 varian baru tersebut, terjadi di perusahaan yang mengelola potensi panas bumi.
Menurut informasi yang diterima, sekitar 30 pekerja PT Geo Dipa Energi terpapar ovid-19 varian baru itu.
“Penerapan prokes diperketat, karena ada sekitar 30 karyawan yang terpapar covid 19,” kata salah seorang warga yang berkunjung ke kantor PT Geo Dipa Energi II di Jalan terusan Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (15/2).
“Saya datang ke kantor itu, kemarin, Senin (14/2), karena ada agenda pertemuan dengan pihak perusahaan,” ujarnya, tulis potensinetwork.com.
Hal tersebut, seprti dilansir potensinetwork.com, diperkuat ketika salah satu awak media yang hendak melakukan konfirmasi mendapat keterangan dari security yang berjaga di kantor PT Geo Dipa Energi II.
“Ya, saya tidak bisa masuk karena harus membawa hasil swab PCR. Kata, security prokes diperketat karena banyak karyawan yang terpapar,” ujarnya.
Karena itu, dia berharap, tim gugus tugas Kabupaten Bandung melakukan mitigasi, karena kantor itu berada tidak jauh dari pusat Pemkab Bandung.
Adanya karyawan yang tersebut dibenarkan Agung Maulana dari Divisi lingkungan PT Geo Dipa Energi, menurutnya, pemaparan covid-19 varian baru terjadi di mana mana.
“Ya, pemaparan covid-19 terjadi di mana-mana. Betul di PT Geo Dipa Energi ada yang terpapar, cuman jumlah datanya belum pasti berapa,” kata Agung melalui sambungan selulernya, kepada wartawan.
Ia menjelaskan, dengan meningkatnya pemaparan covid 19, pihaknya terus memperketat prokes dan gebyar vaksinasi.
“Sebetulnya penerapan prokes sudah diperketat sejak lama, mungkin karena paparan meningkat lagi, jadi lebih diperketat,” katanya.(m)







Discussion about this post