Menilik Persentase Okupansi Ruang Isolasi Saat PPKM

58
Ilustrasi ruang isolasi pasien Covid-19. (Berita Satu)

Madania.co.id, Bandung – Kota Bandung telah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid dua sejak 5 dan berakhir pada 8 Februari 2021. Kebijakan tersebut turut berdampak pada keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit maupun di hotel sebagai tempat isolasi mandiri.

“Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian RS Isolasi di Kota Bandung kini terus menurun di angka 58.75%, dari total 1445 tempat tidur kini terisi 849,” ungkap ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna di Kota Bandung, Minggu (21/2/2021).

Sementara ruang isolasi terpusat yang berada di tiga hotel bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) di Kota Bandung kini sudah mencapai 88.2 persen.

Baca Juga:  Pemerintah Daerah Diminta Tegas Tegakkan Aturan Mudik Lebaran

“Artinya 90 kamar sudah terisi dari 120 kamar yang disediakan. Walau RS Darurat Secapa TNI untuk isolasi se-Jawa Barat sudah mulai dioperasikan sejak tanggal 13 Januari 2021, kondisi saat tingkat keterisiannya sudah mencapai 70 persen,” katanya.

Ema menambahkan, pihaknya juga akan terus mengupayakan untuk menambah kamar secara bertahap bagi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala dengan kewaspadaan mengenai kondisi terburuk yang akan terjadi.

“Namun Mang Oded (Wali Kota Bandung) terus optimis jika semua pihak dapat menjalankan disiplin 5M maka kasus ini akan segera menurun. Mang Oded mengapresiasi kepada aparatur kewilayahan yang hingga saat ini sudah menyediakan 50 tempat isolasi yang telah lulus verifikasi yang tersebar di 19 Kecamatan,” jelasnya.

Baca Juga:  AC Milan Cetak Gol Tercepat di Serie A Usai Kalahkan Sassuolo 2-1

Selain mengalami penurunan keterisian ruang isolasi pasien Covid-19, Ema mencatat, data konfirmasi aktif di Kota Bandung, secara angka mengalami penurunan sebesar 82 kasus dengan total 1.021.

“Penurunan jumlah kasus aktif ini terjadi karena jumlah penambahan kasus lebih rendah dari periode sebelumnya dengan persentase mengalami penurunannya sebesar 7.43%, persentase ini di antara Provinsi -3.79%, dan persentase di level Nasional -9.16%,” jelasnya.

Baca Juga:  Komunitas Serlok Bantaran Indonesia Gagas Konservasi Bambu hingga Ikan Asli Sungai Cikapundung

Menurutnya, sebanyak 1500 pasien yang sudah sembuh dengan persentase sebesar 89 persen. kesembuhan. Peningkatan angka kesembuhan juga diakibatkan karena tingginya jumlah konfirmasi positif yang tidak bergejala atau bergejala ringan sehingga membutuhkan waktu penyembuhan yang relatif cepat tidak sampai 14 hari.

“Dengan tren kesembuhan yang terus meningkat di Kota Bandung, berdampak juga kepada tren penurunan bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Bandung. Allhamdulillah kini persentase kematian akibat Covid-19 di Kota Bandung terus menurun hingga ke angka 1.99%. Persentase ini berada sedikit di atas Provinsi 1,14% dan dibawah level Nasional 2.71%,” bebernya. (sr)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here